Senin, 28 Desember 2009

SUKU TENGGER


Suku tengger adalah penduduk yang menempati kawasan sekitar gunung tengger, bromo, dan semeru. Suku Tengger hidup dari bercocok tanam, Di kawasan pegunungan berhawa dingin ini, warga aslinya mayoritas beragama Hindu. Mereka tidak memiliki candi-candi, dalam melakukan upacara, namun dalam peribadatannya diadakan di Poten. Menurut legenda, asal-usul suku tersebut berasal dari Kerajaan Majapahit. Alkisah Roro Anteng dan Joko seger saling jatuh cinta dan menikah. Sebelumnya, Ki Bromo menyukai Roro anteng, namun Roro anteng menantang ki Bromo bila ki bromo bisa membuatkan lautan untuk dirinya sebelum ayam berkokok maka ia akan menjadi istri Ki Bromo. Untungnya, Roro dibantu warga menumbuk lesung padi agar ayam berkokok sebelum waktunya dan Roro terbebas dari Ki Bromo. Pernikahan Roro dan Roro tidak punya anak karena kutukan Ki Bromo. Akhirnya Roro dan Joko minta bantuan para Dewa, namun Ki Bromo meminta bayi mereka jika kelak mereka punya anak agar Ki Bromo tidak memusnahkan warga Desa. Bayi itu dijadikan tumbal pada Badarakala. Joko dendam pada Ki Bromo dan minta kekuatan para Dewa melawan Ki Bromo dan akhirnya berhasil mengalahkan Ki Bromo di atas gunung yang akhirnya diberi nama Gunung Bromo.

Upacara Kasodo (yadnya kasada)


Pada bulan-bulan tertentu, warga suku Tengger ini melaksanakan upacara Kasodo, Biasanya diselenggarakan setiap tahun pada bulan Desember atau Januari saat bulan purnama. Melalui upacara tersebut, masyarakat Suku Tengger memohon panen yang berlimpah atau meminta tolak bala dan kesembuhan atas berbagai penyakit, yaitu dengan cara mempersembahkan sesaji dengan melemparkannya ke kawah Gunung Bromo. sementara masyarakat Tengger lainnya harus menuruni tebing kawah dan meraih untuk menangkap sesaji yang dilemparkan ke dalam kawah, sebagai perlambang berkah dari Yang Maha Kuasa.

1 komentar:

lailia mufida mengatakan...

fotoNya keren..

Posting Komentar